Menu Tutup

34 Quote Inspiratif dari Tasaro GK (Pengarang Novel Muhammad)

kumpulan quote inspiratif dari Tasaro GK

Kali ini Sekilas info akan membagikan artikel kumpulan quote inspiratif dari Tasaro GK. Tasaro GK adalah penulis novel fenomenal Muhammad. Simak profil dan quotenya berikut ini.

Profil Penulis Tasaro GK

Tasaro (akronim dari namanya, Taufik Saptoto Rohadi, belakangan menambahkan “GK”, singkatan dari Gunung Kidul, pada pen-name nya) adalah lulusan jurusan Jurnalistik PPKP UNY, Yogyakarta, berkarier sebagai wartawan Jawa Pos Grup selama lima tahun (2000-2003 di Radar Bogor, 2003-2005 di Radar Bandung).

Memutuskan berhenti menjadi wartawan setelah menempati posisi redaktur pelaksana di harian Radar Bandung dan memulai karier sebagai penulis sekaligus editor. Sebagai penyunting naskah, kini Tasaro memegang amanat kepala editor di Salamadani Publishing. Sedangkan sebagai penulis, Tasaro telah menerbitkan buku, dua di antaranya memeroleh penghargaan Adikarya Ikapi dan kategori novel terbaik; Di Serambi Mekkah (2006) dan O, Achilles (2007).

Beberapa karya lain yang menjadi yang terbaik tingkat nasional antara lain: Wandu; novel terbaik FLP Award 2005, Mad Man Show; juara cerbung Femina 2006, Bubat (juara skenario Direktorat Film 2006), Kontes Kecantikan, Legalisasi Kemunafikan (penghargaan Menpora 2009), dan Galaksi Kinanthi (Karya Terpuji Anugerah Pena 2009). Cita-cita terbesarnya adalah menghabiskan waktu di rumah; menimang anak dan terus menulis.

Profil Tasaro GK di Goodreads

Pengarang Novel Muhammad Tasaro GK

Kumpulan Quote Inspiratif Tasaro GK

“…mencintai itu, kadang mengumpulkan segala tabiat menyebalkan dari seseorang yang engkau cintai, memakinya, merasa tak sanggup lagi menjadi yang terbaik untuk dirinya, dan berpikir tak ada lagi jalan kembali, tapi tetap saja engkau tak sanggup benar-benar meninggalkannya.”
― Tasaro, Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

 

“Tersenyumlah… Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu”
― Tasaro

 

“Ya Rasul…aku lumpuh karena rindu”
― Tasaro, Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

 

“suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa seseorang yang engkau cintai. sebab dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani”
― tasaro

 

baca juga : 10 tempat wisata di kawasan Kaliurang 

 

“Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta;

Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya.
Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh.
Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu.
Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu.
Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila.

Berhati-hatilah….

Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna.
Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya.

Bersiaplah… Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan.
Meminta sesuatu yang mungkin itu telah haram bagimu.”
― Tasaro GK

 

“Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu.” — Tasaro G.K.

“Jika kisahmu diulang seribu tahun setelah kepergianmu, maka mereka yang mencintaimu akan merasakan kehilangan yang sama dengan para sahabat yang menyaksikan hari terakhirmu, wahai Lelaki yang Cintanya Tak Pernah Berakhir. Mereka membaca kisahmu, ikut tersenyum bersamamu, bersedih karena penderitaanmu, membuncah bangga oleh keberhasilanmu, dan berair mata ketika mendengar berita kepergiamnmu. Seolah engkau kemarin ada di sisi, dan esok tiada lagi. (Muhammad – Para Pengeja Hujan)”
― Tasaro, Muhammad: Para Pengeja Hujan

 

“Bagiku, Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kau saksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut kehendak-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku tetap akan ada disana.
Tersenyumlah… Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu”
― Tasaro, Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?

 

“Menjadi sahabat Kekasih Tuhan disurga, lalu apa pentingnya semua kesakitan didunia?”
― Tasaro, Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

 

“Mengetahui bagaimana agama-agama lain menerjemahkan bahasa Tuhan adalah sebuah proses yang mengasah otakmu, tidak harus berakhir dengan pertukaran imanmu, Astu”
― Tasaro, Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

 

“Kadang aku merasa sudah dekat dengan kegilaan.
Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?

Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang -yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu- tak melibatkan lagi namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apapun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu.

Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan sekadar untuk diingat.”
― Tasaro GK

 

Tasaro-G-K-Quote-Menjadi-sahabat-Kekasih-Tuhan-disurga-lalu-apa

 

“Jangan kau ajari cara melupakanmu. Aku lebih tahu itu. Hari-hariku lebih fasih mengeja rasa itu..”
― Tasaro GK

 

“Tanyakan kepada dunia apa itu cinta? Jika bukan oleh bentang waktu yang panjang, genap dengan suka cita dan kegetiran, bagaimanakah caranya mengukur kedalaman cinta?”
― Tasaro, Muhammad: Para Pengeja Hujan

 

“Tuhan, salehkan aku, karena hanya dengan itu, Engkau akan selalu mendengar doaku untuk ibuk.”
― tasaro g.k., Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

 

“Bagaimana cara bertemu kamu? Harus berjalan atau berlari? Aku takut kamu terlewat dan aku mencarimu lagi. (Rahne Putri)”
― Tasaro G.K., Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

 

“Bagiku, El, omong kosong jika para petinggi agama mengatakan bahwa agama tidak ada urusannya dengan akal. Buat apa manusia dianugerahi otak jika untuk mengenali Pencipta Otak itu, dia tidak boleh menggunakan otaknya? Menurutku, agama selalu memberi kesempatan kepada para pemeluknya untuk memilah mana yang harus dia pastikan dengan akalnya, mana yang cukup dipercaya begitu saja. (Kashva to Elyas, MLPH: 126)”
― Tasaro GK

 

Tasaro-G-K-Quote-Mengetahui-bagaimana-agama-agama-lain

 

“Cinta itu hanyalah tenaga untuk menajalani hidup, bukan ujung perjalanan yang menjadi tujuan.”
― Tasaro G.K., Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

 

“Mengetahui bagaimana agama-agama lain menerjemahkan bahasa Tuhan adalah sebuah proses yang mengasah otakmu, tidak harus selalu berakhir dengan pertukaran keimananmu.”
― Tasaro, Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

 

“Aku belajar menulis, karena tahu dia suka membaca.”
― Tasaro G.K., Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

 

“Mau kubilang lantang.. atau kupendam dalam diam. Tetap saja kusebut (dia) cinta.”
― Tasaro G.K., Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

 

“Sesuatu yang membuat Anda menyerah. Bahkan, intelektualitas Anda tidak bisa berbuat apa-apa. Saya biasa menyebutnya … cinta.”
― Tasaro GK

 

“Sebab, dengan atau tanpa orang yang kamu sayangi, hidup harus tetap dijalani.”
― Tasaro G.K., Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?

 

“Editor adalah orang pertama yang akan Anda tunjuk hidung jika ada kesalahan pada buku yang Anda tulis DAN orang pertama yang Anda lupakan ketika buku Anda menjadi best seller atau menerima penghargaan.”
― Tasaro GK

 

memberi-itu-bukan-persoalan-punya-atau-tidak-punya-tetapi-mau-54633736

 

“Pagi kau bahagia, siangnya kau merasa tersiksa. Detik ini bahagia, sedetik kemudian merasa nelangsa. Tidak ada bahagia berumur selamanya. Kecuali engkau anggap segala hal adalah kebahagiaan. Senangmu juga susahmu.”
― Tasaro G.K., Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

 

“Sebab, musuh tak pernah terlalu kuat, kecuali kita yang terlalu lemah dan terpecah-belah.”
― Tasaro G.K., Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

 

“Kawanku yang Muslim itu menerangkan ajaran Muhammad terkait dengan hal ini. Dia mengatakan, hubungan Islam dan Kristen seharusnya didasarkan pada dua unsur penting: ketulusan dan kerendahan hati. Sementara interaksi Muslim dengan berbagai tradisi spiritual lain termasuk Kristiani didasarkan pada tiga syarat: berusaha mengenal satu sama lain, tetap bersikap tulus dan jujur selama bertemu dan berdebat, dan berusaha rendah hati menyangkut klaim kebenaran masing-masing. Aku belum tahu sejauh mana praktiknya. Hanya, seperti itulah ajaran moral nabi dari Arab itu yang kutahu.”
― Tasaro G.K., Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

 

“Kau tidak perlu memiliki ibu yang sempurna untuk menghormatinya, Daca. Siapa pun ibumu, dia berhak engkau kenang dan engkau cintai.
– Wamap Suli : Nibiru dan Ksatria Atlantis”
― Tasaro GK

 

“Ketika dua cinta yang benar-benar menjadi satu dan rasa itu bertahan teramat lama. Bahkan,jika perasaan yang rentan itu menjadi sebuah ikrar yang direstui Tuhan, durasinya pun telah ditetapkan. Terputus di tengah jalan atau oleh takdir kematian.”
― Tasaro G.K., Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

 

Kau tidak perlu memiliki ibu yang sempurna untuk menghormatinya, Daca. Siapa pun ibumu, dia berhak engkau kenang dan engkau cintai. Tasaro GK

 

“Artinya, Anda lebih mulai tertarik untuk mempelajari Qur’an sebagai sumber informasi yang ditinggalkan Nabi Muhammad dan menurut orang Islam masih otentik hingga sekarang dibanding menilai agama ini dari perilaku penganutnya?”
― Tasaro GK

 

“Memberi itu bukan persoalan punya atau tidak punya, tetapi mau atau tidak mau.
-Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta”
― Tasaro GK

 

“Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta. Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memperhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigil akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila.”
― Tasaro GK

 

“Ada waktunya perasaan itu mencapai klimaksnya ketika terjadi sebuah pengakuan, kesepahaman.”
“Bukan penyatuan?”
“Cinta kadang memiliki dimensi yang terbatas pada rasa saja. Kebutuhannya sampai di situ.”
― Tasaro G.K.

 

“Ditinggalkan anak bukan sebuah ketakutan karena kita sendirian, melainkan kekhawatiran bagaimana anak-anak yang rasanya baru kemarin kita lahirkan sanggup bersisihan dengan dunia.”
― Tasaro G.K., Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

 

“Orang-orang Tibet tak terbiasa dengan masakan yang berbumbu macam-macam. Namun, untuk perut yang kelaparan, cita rasa tak terlalu penting. Sebab, rasa lapar adalah bumbu yang terpenting.”
― Tasaro G.K., Muhammad: Para Pengeja Hujan

 

Baca artikel menarik lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *