Bagaimana cara untuk selalu konsisten berpikir kritis dan mencegah terjatuh ke logical fallacy?

Di era sosmed saat ini, kita dikerumuni banyak informasi hoax dan logika-logika sesat yang membuat kita kesulitan mencari kebenaran sejati.

hal ini tentu sangat menyebalkan karena kita menjadi sering keliru dalam mengambil kesimpulan dan keputusan.

nah berikut ini kita coba berikan 9 pisau bedah sesat logika / logical fallacy yang bisa membantu kita untuk berpikir kritis.

9 Pisau Cara Berpikir Kritis anti Sesat Logika

1. Hitchen’s Razor

”What can be asserted without evidence can be dismissed without evidence”

Kalau ada yg klaim di rumahnya ada makhluk bersayap yg tak bisa dibuktikan eksistensinya dengan cara apapun, klaimnya bisa dibantah tanpa bukti. Beban pembuktian ada di pembuat klaim.

2. Occam’s Razor

”Simpler explanations are more likely to be correct; avoid unnecessary or improbable assumptions”

Kalau ada orang habis mabuk mengklaim dirinya diculik alien, penjelasan “sederhana” bahwa ia berhalusinasi saat mabuk lebih mungkin benar daripada benar ada alien.

3. Sagan Standard

”Extraordinary claims require extraordinary evidence”

Kalau ada yang klaim punya obat herbal penyembuh segala penyakit, sebelum dipercaya, si pembuat klaim harus buktikan tumpukan referensi paper ilmiah, pengakuan dari scientist lain, pengakuan otoritas, etc.

4. Newton’s Flaming Laser Sword.

”If something cannot be settled by experiment or observation, then it is not worthy of debate”

Kalau ada yang klaim bisa perintah jin sesukanya tapi tak bisa dibuktikan eksistensinya melalui pengukuran dan pengujian apapun, abaikan klaimnya.

5. Popper’s falsifiability principle

“For a theory to be considered scientific, it must be falsifiable”

Kalau ada yg klaim dgn baca mantra tertentu bisa bikin kaya, tp menolak diuji statistik kausalitas klaimnya karena itu bekerja “in mysterious way”, klaimnya tidak scientific.

6. Tarzwell’s Razor

“Where there is passion the truth cannot be trusted”

Kalau orang bersemangat sampaikan hal kontroversial karena ia suka menjadi pusat perhatian apalagi dapat dimonetisasi, hal yang disampaikan tidak layak dipercaya.

7. Hume’s Guillotine

“What ought to be cannot be deduced from what is”

Kalau anda percaya “seharusnya” dengan memukul anak sebagai hukuman akan membuatnya jadi penurut, bukan berarti benar bahwa dengan memukul anak akan membuatnya menjadi penurut.

8. Crabtree’s Bludgeon

“No set of mutually inconsistent observations can exist for which some human intellect cannot conceive a coherent explanation, however complicated”

Kalau klaim ritual x dapat sebabkan y tak bersedia diuji dengan alasan it works in a mysterous way, abaikan.

9. Hanlon’s razor

“Never attribute to malice that which can be adequately explained by stupidity”

Kalau ada tukang jarkom hoax, tanpa ilmu biomolekuler, menyebarkan info menyesatkan tentang pandemi dan vaksin, kemungkinan dia bukan bukan jahat, tapi simply bodoh.

****

Favorit saya pribadi tentu saja Hitchen’s Razor.

Contoh kasus : “Saya yakin dilindungi oleh pegasus berkepala kudanil yang tak terlihat. Metode science anda bisa buktikan yang saya yakini salah? Kalau tidak, berarti saya benar”

Struktur logika :

1. Dia yg buat klaim luar biasa, yaitu “pegasus berkepala kudanil yang tak terlihat”. Maka ia yg harus buktikan, bukan saya yg harus membantah.

2. Apakah ada metode untuk membuktikan adanya “pegasus berkepala kudanil yang tak terlihat”? Kalau tidak, abaikan.

3. Kalau klaim nya tidak bisa diuji sama sekali, mana yang lebih sederhana dan dekat dengan “referensi kenyataan” anda : a) makhluk yang tak ada yang pernah klaim lihat selain dia benar ada tapi tak bisa diuji eksistensinya; atau b) ia hanya berhalusinasi / mengarang cerita?

Jangankan klaim tak berdasar macam itu, cabang sains fisika teoritis yang mengajukan “String Theory” pun harus lolos dari Popper’s falsifiability principle. Kalau (sejauh ini) tak ada cara menguji “String Theory”, apakah ia benar-benar scientific?

****

Kalau anda benar-benar curious untuk selalu mendekat ke kebenaran, coba lakukan latihan berikut :

1. Tulis apapun yg selama ini anda percaya sebagai kebenaran. Uji dengan 9 contoh philosophical razor di atas. Apakah ia lolos dari pengujian?

2. Lakukan juga kepada informasi baru.

Kebahagiaan sejati hanya akan hadir pada pikiran yang jernih, bukan pikiran yang selalu lari dan mengelak, karena takut mengakui bahwa ketenangan yang dirasakan selama ini berdiri pada pondasi informasi yang rapuh, namun tak pernah bersedia diuji.

Science telah membawa kita begitu jauh dalam memahami semesta. Tanpa cara dan instrumen pengukuran baru, mustahil String Theory dan apapun yang lebih jauh dari Observable Universe, terlebih Multiverse, bisa diuji secara empiris.

Jadi kalau kita masih terperangkap dalam logical fallacy, mitos dogmatis, dan tersesat dalam rimba hoax, sungguh kita adalah beban dan penghambat peradaban untuk kemajuan ilmu pengetahuan!

sumber :