Penjualan smartphone di China mengalami penurunan pada kuartal pertama tahun 2023. Menurut laporan terbaru dari Canalys, merek Apple dan pesaing Android-nya mengalami penurunan penjualan di negara terpadat di dunia itu.
Meskipun Apple tetap menjadi merek terlaris selama periode ini, total pengiriman keseluruhan turun menjadi 13,3 juta unit, turun 3% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022. Bahkan merek Android sekelas Oppo dan Vivo, yang kerap membuntuti Apple sebagai merek terlaris kedua dan ketiga, mengalami pengurangan pengiriman masing-masing 10% dan 7%.
Honor dan Xiaomi Corp, perusahaan yang berspesialisasi dalam model ponsel yang lebih terjangkau, menghadapi penurunan penjualan yang lebih signifikan. Pengiriman untuk perusahaan-perusahaan ini turun masing-masing 35% dan 20%, menunjukkan bahwa konsumen ragu-ragu untuk melakukan pembelian HP, bahkan pada titik harga yang lebih rendah.
Kuartal pertama 2023 mencatat total pengiriman smartphone sebanyak 67,2 juta unit, turun 11% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini menandai total kuartalan terendah sejak 2013.
Meskipun pertumbuhan PDB China tumbuh sebesar 4,5% pada kuartal pertama dan melebihi ekspektasi, para ekonom mengantisipasi bahwa mayoritas konsumen dan bisnis China akan terus berbelanja dengan hati-hati sepanjang tahun.
Pembuat kebijakan di Beijing saat ini sedang mencari strategi untuk lebih merangsang permintaan. Namun, menurunnya penjualan smartphone di China menunjukkan bahwa pasar tersebut menjadi tantangan bagi merek-merek smartphone global yang ingin memasuki pasar yang begitu besar itu.














