Update Terbaru Galaxy Watch 5 Series: Tambahkan Fitur Baru yang Menarik!

Harga Samsung Galaxy Watch 5 dibanderol mulai Rp 3 jutaan. (Samsung)

Bagikan:

Samsung Galaxy Watch 5 Series kembali mendapatkan update software terbaru dari perusahaan. Update kali ini menyertakan fitur pelacakan menstruasi yang hadir pada sejumlah negara di Eropa. Baik Galaxy Watch 5 maupun Galaxy Watch 5 Pro akan menerima update software terbaru ini.

Dalam fitur pelacakan menstruasi ini, perangkat dapat melacak sirkulasi lewat suhu tubuh pada kulit penggunanya. Samsung telah bekerja sama dengan Natural Cycles untuk menyematkan fitur pelacakan menstruasi ini pada Galaxy Watch 5 Series di bulan Februari lalu. Kini, setelah mendapat persetujuan, fitur terbaru ini resmi hadir untuk kedua perangkat smartwatch Samsung.

Beberapa negara yang sudah dapat menggunakan fitur pelacakan menstruasi pada Galaxy Watch 5 Series antara lain Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan 29 negara lainnya di Eropa, termasuk Jerman, Perancis, dan Belanda.

Galaxy Watch 5 Series meluncur pada bulan Agustus lalu dengan sensor inframerah untuk pengukuran suhu kulit. Kini, pembaruan tersebut membawa peningkatan. Pembaruan fitur terbaru ini memungkinkan perangkat untuk melakukan pelacakan siklus menstruasi yang akurat dengan memanfaatkan sensor suhu inframerah pada Galaxy Watch 5 Series.

Dikutip dari Gadgetdiva.id (jaringan Suara.com), pembaruan fitur terbaru ini memungkinkan perangkat untuk melakukan pelacakan siklus menstruasi yang akurat dengan memanfaatkan sensor suhu inframerah pada Galaxy Watch 5 Series. Samsung sendiri menjelaskan bahwa basal body temperature (BBT) bervariasi menurut fase menstruasi. Sehingga, perlu diukur segera setelah bangun tidur.

Galaxy Watch 5 Series sendiri telah dilengkapi dengan fitur yang mampu melacak tidur dan sensor suhu inframerah. Sehingga, fitur pelacakan siklus menstruasi ini dapat bekerja secara otomatis dalam perangkat. Lebih lanjut, dengan adanya fitur pelacakan siklus menstruasi ini, Galaxy Watch 5 Series dapat melacak ovulasi dan memprediksi awal menstruasi pengguna dengan menambahkan entri pelacakan siklus berbasis kalender mereka sendiri.

Samsung menyatakan bahwa data ini telah dienkripsi dan disimpan dengan aman dalam perangkat. Sebagai informasi tambahan, fitur pelacakan siklus menstruasi ini juga akan turut hadir dalam aplikasi Samsung Health.

Untuk menggunakan fitur ini, pengguna perlu memperbarui aplikasi Samsung Health ke versi terbaru. Kemudian, pengguna dapat mencari opsi ‘Predict period with skin tempt’ pada bagian pengaturan, lalu aktifkan fitur tersebut. Selain itu, fitur pelacakan siklus ini juga akan dapat mengevaluasi gejala yang dilaporkan sendiri serta memberikan saran yang relevan seperti teknik relaksasi.

Samsung menghimbau jika pengguna menggunakan KB hormonal atau sedang menjalani perawatan, fitur ini tidak akan berguna untuk melacak ovulasi. Prediksi juga bisa berbeda-beda tergantung bagaimana pengguna perangkat digunakan oleh mereka.