Rangkaian Solder Listrik dan Cara Kerjanya

Rangkaian Solder Listrik

Kamu sedang mencari informasi tentang cara kerja dan rangkaian solder listrik? Tepat sekali kamu berkunjung pada artikel ini di Sekilasinfo. Karena kami akan membahas tentang rangkaian solder listrik dan cara kerjanya. Solder adalah suatu jenis alat bantu kerja yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah komponen pada peralatan elektronik. Cara kerja solder listrik yaitu dengan memanaskan atau melelehkan timah/tenol dengan tujuan untuk melakukan proses dalam penyambungan pada sebuah komponen. Rangkaian solder listrik pada umumnya digunakan untuk menempelkan timah pada papan PCB dan rangkaian elektronik lainnya. Hasil dari melakukan proses penyolderan yang baik merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam realisasi suatu rangkaian elektronik hasil penggunaan suatu rangkaian solder listrik.

Penggunaan solder biasanya untuk menghubungkan antar kaki-kaki pada komponen elektronika dengan suatu sirkuit pada PCB (Printed Circuit Board). Sehingga dapat dikatakan bahwa proses soldering adalah proses untuk melakukan penyambungan antara komponen elektronika dengan circuitnya. Dalam dunia teknik permesinan biasanya kita mengenalnya dengan teknik penyambungan logam dengan menggunakan las atau welding. Pada dunia teknik khususnya permesinan biasanya akan mengenal dengan teknik penyambungan logam dengan menggunakan las atau welding. Hal tersebut sebenarnya memiliki cara kerja yang hampir sama dengan cara kerja solder listrik, yakni dengan melelehkan bahan komponen dan timah/tenol agar mudah disambungkan kembali.

Pengertian solder

rangkaian solder listrik

 

 

Solder adalah merupakan alat bantu dalam perakitan atau pembongkaran suatu rangkaian elektronika rangkaian yang terdapat pada papan PCB, hal tersebut bertujuan untuk menyambungkan komponen alat kaki-kaki transistor elektronika dengan sirkuit PCB. Penggunaan rangkaian solder listrik diperlukan suatu keterampilan dasar dalam perakitan suatu komponen dan memperbaiki suatu perangkat elektronik yaitu suatu keterampilan teknik menyolder.

Jenis-jenis Solder

  1. Solder Jenis Biasa

solder biasa

Jenis rangkaian solder listrik ini merupakan jenis solder yang paling mudah untuk ditemukan pada pasaran dan harga jual solder jenis ini relatif lebih murah jika dibandingkan dengan jenis solder lain. Selain itu, penggunaan solder jenis ini sangatlah mudah bagi kebanyakan orang tanpa harus membutuhkan kemampuan khusus. Dibalik harganya yang relatif murah, fungsi solder ini juga tetap baik sehingga tetap mampu menyambungkan berbagai komponen dengan PCB-nya.

  1. Solder Uap

solder uap

Rangkaian solder listrik jenis ini merupakan solder yang memerlukan keterampilan khusus sebab untuk memanaskan akan terasa lebih sulit dibanding dengan solder jenis biasa. Sebelum penggunaan solder uap, sangat penting untuk mengetahui dan memahami tentang pengaturan dasar dari solder uap yaitu pengaturan mengenai tingkat panas yang dihasilkan melalui mata solder. Lalu yang kedua adalah tekanan udara yang akan dikeluarkan, kedua pengaturan tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya untuk menghasilkan fungsi solder uap yang efektif.

Solder Uap memiliki beberapa kelebihan dibandingkan solder jenis lain, yaitu sebagai berikut:

  • Solder ini dapat digunakan untuk melakukan proses solder-dioldering komponen Surface Mount Technology.
  • Pengaturan suhu yang mudah untuk diatur, mulati dari 100 derajat celcius sampai 500 derajat celcius.
  • Solder ini juga mampu untuk melindungi kerusakan komponen yang disebabkan tegangan dan arus listrik yang tidak stabil..

Perlu digaris bawahi, bahwa sesuai dengan kelebihan dan kemampuan solder uap menyebabkan kecenderungan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan harga solder biasa. Hal tersebut disebabkan, karena proses penggunaannya juga sedikit berbeda dengan solder biasa.

  1. Solder yang dilengkapi pengontrol suhu

solder suhu

Jenis rangkaian solder listrik selanjutnya adalah, solder dengan pengontrol suhu. Jenis solder ini memiliki suatu kelebihan yaitu suhu akan tetap stabil meski sudah dihidupkan dalam jangka waktu yang cukup lama. Serta walaupun listrik mengalami ketidakstabilan perihal tegangan maupun arus, namun hal tersebut tidak mempengaruhi pada kestabilan suhu dari solder tersebut. Kelebihan dalam menjaga kestabilan inilah yang mampu menjaga solder jenis ini memiliki keawetan yang lebih dari solder jenis lain dan juga solder ini akan mampu memiliki umur guna yang mampu bertahan lama.

Pada solder jenis ini, memiliki spesifikasi sebagai berikut:

  • Elemen pemanas adalah Ceramic Heater
  • Range Suhu adalah 200 ~ 480 °C
  • Stabilitas Suhu adalah ± 1 °C (no load)
  • Tip to Ground Resistance adalah di bawah 2Ω
  • Tip to Ground Potential adalah di bawah 2m

NB: Perlu diperhatikan bahwa dalam pemilihan solder, pilihlah solder sesuai dengan kebutuhan saja dan juga perhatikan besaran tegangan dari solder yang akan dipilih.

Bagian/rangkaian solder listrik:

  1. Elemen Panas

Solder adalah alat yang cara kerjannya adalah mengubah energi listrik menjadi energi panas atau kalor sama halnya dengan setrika. Solder memiliki bagian utama yaitu elemen solder atau disebut juga elemen pemanas yang berfungsi sebagai penentu dari tinggi dan rendahnya suhu pada solder listrik.

Jika pada solder listrik terdapat tegangan yang besar maka suhu yang dihasilkan oleh elemen akan berbanding lurus yaitu juga akan semakin tinggi pula. Daya pada elemen panas solder berbeda-beda sesuai dengan solder listrik dan juga kebutuhannya.

Kita ambil pemisalan, jika anda ingin merangkai sebuah Integrated Cicuit (IC) pada PCB, maka disarankan untuk menggunakan solder listrik yang elemen pemanasnya kurang dari 30 watt, hal ini bertujuan agar proses penyolderan tidak menyebabkan kerusakan pada komponen IC yang ingin disolder.

  1. Besi Solder dan Mata Solder

Besi solder adalah bagian solder listrik yang berfungsi mengalirkan energi panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas ke mata solder. Besi solder dalam hal ini berfungsi sebagai konduktor, maka pada bagian ini harus terbuat dari bahan yang mempunyai daya konduktor panas dengan baik. Proses selanjutnya, panas dari solder listrik terkumpul pada bagian ujung dari solder listrik atau disebut mata solder sehingga solder dapat digunakan sebagai patri tenol pada saat perangkaian komponen elektronika.

Mata solder yang bagus memiliki kriteria ujung yang runcing dan bahan yang digunakan adalah bahan dengan konduktor panas yang baik. Hal ini menyebabkan bahwa banyak ujung/mata solder terbuat dari tembaga, daya konduktor yang cukup baik dengan harga bahan tembaga yang cukup terjangkau mungkin dapat menjadi alasan pemilihan hal tersebut.

  1. Gagang Solder

Solder memiliki sebuah gagang bertujuan untuk memudahkan dan memberikan keamanan saat digunakan. Gagang solder ada yang berbentuk seperti pistol, dan ada juga yang berbentuk batang. Umumnya bahan yang digunakan untuk membuat gagang solder listrik adalah plaktik yang dicampurkan dengan bahan tertentu sehingga tetap aman dan tidak mudah meleleh, mengingat solder listrik adalah alat yang menghasilkan panas.

Kualitas gagang solder biasanya sejalan dengan kualitas dan harga dari solder tersebut. Solder yang memiliki kualitas yang baik akan menggunakan gagang solder yang baik pula, dengan kriteria gagang yang digunakan tahan panas dan juga tidak menahan panas tersebut agar tidak begitu terasa oleh pengguna. Sedangkan solder yang memiliki kualitas yang kurang baik, biasanya belum dilengkapi dengan gagang tahan panas. Sehingga panas yang dihasilkan solder listrik akan terasa Ketika pengguna mengoperasikannya.

Teknik Penyolderan

teknik penyolderan

Dalam menggunakan rangkaian solder listrik terdapat sebuah teknik yang bertujuan agar proses penyolderan aman serta hasil dari proses tersebut maksimal dan awet. Sebelum melakukan penyolderan dibutuhkan beberapa peralatan, yaitu:

  • Tenol/Timah solder: bahan metal yang mempunyai titik cair yang rendah sehingga saat dipanaskan mudah mencair dan mudah juga untuk mengeras.
  • Multimeter/Multitester: alat yang digunakan untuk memeriksa komponen yang akan digunakan (berfungsi atau tidak) sebelum disolder.
  • Tang/Penjepit: alat yang digunakan untuk menjepit kaki komponen elektronika yang akan disolder, sehingga komponen tersebut mudah dipasang dan tidak terlampau panas.
  • Penyedot Timah: alat yang digunakan untuk membersihkan sisa dari tenol agar hasil penyolderan rapi dan bersih.
  • Penyangga Solder: alat digunakan untuk meletakkan solder, Ketika solder sedang panas dan tidak digunakan.

Persiapan Penyolderan.

persiapan penyolderan

  • Rangkaian solder listrik pada pasar mempunyai rentang daya mulai dari 15 W hingga 40 W. Daya disini akan berakibat pada panas yang akan dihasilkan, semakin tinggi daya yang akan digunakan semakin panas pula hasilnya. Dalam proses penyolderan komponen elektronika, sangat disarankan menggunakan solder dengan daya 30 W. Hal tersebut agar komponen yang akan disolder terlalu panas sehingga menyebabkan kerusakan pada komponen.
  • Lakukanlah pemeriksaan pada PCB dan komponen elektronika sebelum menggunakan rangkaian solder listrik. Pastikan komponen yang akan disolder dapat berfungsi dengan baik.

Proses Penyolderan

proses penyolderan

  • Lakukan proses pembersihan pada PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain pembersih dengan thinner. Hindarkan penggunaan kain pembersih yang merusak komponen jalur-jalur pada PCB.
  • Lalu bersihkan juga komponen-komponen elektronika yang akan disolder, terutama bagian yang akan disolder.
  • Panaskan rangkaian solder listrik sampai pada titik solder mampu mencairkan tenol yang akan digunakan.
  • Lakukan pemasangan komponen yang akan disolder pada PCB kemudian lakukan penyolderan.
  • Setelah semua proses dilakukan dan komponen selesai di solder. Maka lakukanlah pemeriksaan, jangan ada hasil dari solderan yang kurang baik atau komponen yang rusak akibat panas berlebih dari solder.

Pelapisan

Proses terakhir yang dilakukan setelah semua proses telah dilakukan adalah memberikan lapisan terutama pada bagian bawah PCB yang ada soldernya dengan bahan isolator, misalnya varnish. Hal ini bertujuan agar rangkaian tadi terhindar dari korosi sebagai akibat proses oksidasi.

Baca Juga: Toko Elektronik Jogja Termurah

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan tentang rangkaian solder listrik dan cara kerjanya. Semoga informasi yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi anda.

Have A Nice Day 😊


Baca juga :