Pasar smartphone global mengalami penurunan pada kuartal pertama tahun ini, menurut laporan Canalys yang dirilis baru-baru ini. Turun sebesar 12% secara tahunan, ini merupakan penurunan untuk kuartal kelima berturut-turut. Dalam laporan tersebut, Samsung mengambil kembali posisi teratas dari Apple karena menurunnya minat konsumen pada seri iPhone 14 Pro, sementara Xiaomi kehilangan banyak penjualan tetapi masih berhasil bertahan di urutan ketiga.
Menurut analis Canalys Sanyam Chaurasia, penurunan yang terjadi sejalan dengan ekspektasi industri. Meskipun kondisi ekonomi sedikit membaik dan perusahaan menginvestasikan lebih banyak pada promosi dan kegiatan pemasaran lainnya, permintaan konsumen tetap lesu terutama di segmen low-end karena inflasi yang tinggi.
Akibatnya, penurunan permintaan membuat para pembuat smartphone mengurangi volume produksi agar dapat membersihkan persediaan yang ada. Namun, tindakan ini berdampak negatif pada rantai pasokan komponen dalam jangka panjang.
Meski demikian, patch kasar ini mendorong vendor smartphone untuk menjadi lebih aktif dalam perencanaan produksi dan optimasi pesanan. Pertanda pemulihan diharapkan pada kuartal kedua tahun ini, sehingga akan melihat stok yang ada dijual, dan kemudian pengiriman diharapkan akan meningkat lagi.
Melihat tren ini, produsen smartphone sedang mengalihkan fokus mereka untuk memperbaiki pasokan komponen dan mempertahankan harga di pasar. Terutama, vendor yang berada di bawah Top 5 sedang memperkuat persaingan dengan mengeluarkan produk inovatif dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan demikian, mereka dapat mempertahankan pangsa pasarnya dan meraih keuntungan pada masa yang akan datang.











