Chipset Snapdragon 8 Gen 2 Harganya Lebih Mahal dari A16 Bionic, Bikin Terkejut!

Prosesor Snapdragon 8 Gen 2 Lebih Mahal Daripada Chip Apple A16 Bionic

Prosesor Snapdragon 8 Gen 2 SoC dari Qualcomm merupakan salah satu prosesor terkemuka yang digunakan pada smartphone tingkat flagship. Prosesor ini tidak hanya unggul dalam hal kinerja, tetapi juga dalam hal biaya. Namun, dilansir dari Android Headlines, laporan terbaru menunjukkan bahwa prosesor ini lebih mahal daripada chip Apple A16 Bionic yang digunakan pada seri iPhone 14 Pro.

Harga pembelian prosesor Snapdragon 8 Gen 2 dari Qualcomm lebih tinggi daripada chip Apple A16 Bionic. Prosesor ini memiliki biaya lebih dari $160 per unit atau sekitar 2,4 juta rupiah untuk dibeli oleh produsen smartphone. Tentu saja, biaya pembuatan prosesor jauh lebih rendah dari harga jual tersebut, karena biaya sebenarnya bagi produsen smartphone bergantung pada faktor lain.

Simak juga:  Dedicated Hosting: Web Hosting Premium untuk Website Optimum

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga adalah keuntungan yang ingin didapatkan oleh Qualcomm. Namun, biaya produksi chip saingan Apple A16 Bionic adalah $110 per unit atau sekitar 1,6 juta rupiah. Apple tidak perlu menjual chipnya kepada produsen mana pun, karena eksklusif untuk perangkat Apple. Oleh karena itu, tidak ada harga pokok untuk chip Bionic, hanya biaya produksi karena chip tersebut tidak dijual. Namun, hal ini tidak menghilangkan fakta bahwa Qualcomm menjual Snapdragon 8 Gen 2 SoC kepada produsen dengan harga $50 lebih mahal daripada chip Apple.

Simak juga:  Dedicated Hosting: Web Hosting Premium untuk Website Optimum

Meskipun prosesor Snapdragon 8 Gen 2 lebih mahal daripada chip Apple A16 Bionic, beberapa produsen smartphone masih memilih untuk menggunakan prosesor ini pada perangkat mereka, karena kinerja yang unggul. Selain itu, Snapdragon 8 Gen 2 juga memiliki keunggulan dalam hal pengolahan gambar dan video, serta dukungan untuk 5G.

Namun, bagi produsen smartphone yang ingin menghemat biaya produksi, mereka dapat memilih untuk menggunakan prosesor yang lebih murah, seperti Snapdragon 7 atau MediaTek. Selain itu, produsen smartphone juga dapat memilih untuk menggunakan prosesor buatan mereka sendiri, seperti yang dilakukan oleh Samsung dengan Exynos dan Apple dengan chip Bionic mereka.

Simak juga:  Dedicated Hosting: Web Hosting Premium untuk Website Optimum

Dalam industri smartphone yang kompetitif, memilih prosesor yang tepat dapat menjadi salah satu faktor kunci dalam kesuksesan sebuah perangkat. Namun, harga tidak selalu menjadi faktor utama, karena kinerja dan fitur juga sangat penting dalam menarik minat konsumen.