Penulisan Uang Rupiah (Rp) yang Benar Sesuai EYD

Tata cara penulisan rupiah menjadi menarik karena banyak yang mendebatkan tata cara penulisan rupiah yang benar. Cukup mudah diucapkan dalam sebuah obrolan tetapi cukup bingung dituliskan. Berikut adalah cara penulisan bilangan mata uang (rupiah) yang benar.

Penulisan Bilangan Rupiah yang Benar

Menulis mata uang rupiah keluaran Bank Indonesia harus didahului dengan simbol “Rp” dengan huruf awal (R) berupa huruf kapital, baik yang ditulis di awal maupun yang di tengah kalimat. Antara simbol dan bilangan tidak diberi jarak spasi. Setelah penulisan simbol diikuti dengan angka yang menunjukkan jumlah nominal uang. Misalnya:

Benar

Rp25.000.000,00

Bukan

Rp 25.000.000,00 atau rp25.000.000,00

 

Tidak memberikan spasi bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ulang pihak yang tidak bertanggung jawab. Bayangkan jika ada orang iseng yang menambahkan angka diantara jarak (spasi) antara simbol Rp dan nominal, dalam contoh diatas Rp  25.000.000,00 menjadi Rp 125.000.000,00. Penulisan bilangan dalam rupiah juga perlu menggunakan tanda titik (.) yang berfungsi sebagai pemisah ribuan (thaousands separator) dan tanda koma (,) yang berfungsi sebagai penanda desimal.  Tingkat ketelitian bilangan desimal yaitu 0,01 rupiah atau dua angka di belakang koma. Misalnya:

Benar

Rp2.500.000.000,00

Bukan

Rp2500000000,00, Rp2.500.000.000, atau Rp2.500.000.000,0000

Penggunaan garis miring dalam konteks penulisan nominal uang biasanya digunakan sebagai pengganti kata tiap. Penulisannya tidak dipisahkan oleh spasi. Misalnya, Rp1.000,00 tiap lembar menjadi:

Benar

Rp1.000,00/lembar

Bukan

Rp1.000,00 / lembar, Rp1.000/ lembar atau Rp1.000,00 /lembar

Penulisan Ejaan Bilangan Rupiah yang Benar

Penulisan ejaan bilangan menggunakan aturan penyebutan bilangan yang benar. Misal:

2 Dua
22 Dua puluh dua
222 Dua ratus dua puluh dua
222.000 Dua ratus dua puluh dua ribu
200.000.202 Dua ratus juta dua ratus dua

Ejaan bilangan yang menyebutkan nominal uang ditambahkan jenis mata uang (rupiah) diakhir penyebutan bilangan, meskipun simbol ditulis di depan bilangan. Misalnya Rp200.000,00 ditulis:

Benar

Dua ratus ribu rupiah

Bukan

Rp dua ratus ribu atau rupiah dua ratus ribu

Penulisan Mata Uang Rupiah yang Juga Perlu Diketahui

ISO 4217 tentang kode penggunaan mata uang rupiah keluaran Bank Indonesia belum ditetapkan di dalam Pedoman EYD atau EBI. Meski begitu, pemakainannya cukup populer di dunia. Penggunaannya di Indonesia dengan menggunakan IDR (Indonesian rupiah) sebagai pengganti Rp (rupiah). Ada dua cara yang dapat digunakan untuk meletakkan kode ini, yaitu di depan (misal EUR 150) atau di belakang angka (misal 150 EUR).

Penggunaan IDR yang paling tepat jika dilihat menurut hukum D-M adalah dengan meletakkannya di belakang nominal uang. Misalnya:

Benar

500 IDR

Bukan

IDR 500

Hukum D-M terdapat pada buku Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia yang ditulis Sutan Takdir Alisjahbana pada tahun 1949-an. Hukum D-M adalah hukum aturan peletakan Diterangkan (D) dan Menerangkan (M). Kata yang memiliki sifat Menerangkan memiliki fungsi pelengkap atau penjelas dari kata yang Diterangkan, sehingga peletakkannya dibelakang dari yang Diterangkan. Di dalam hal ini nominal uang menjadi yang Diterangkan dan IDR menjadi yang Menerangkan.

Penggunaan K, M, dan seterusnya bisa juga dipakai untuk menyingkat angka nol yang begitu banyak. Misal, 2K (dua ribu) IDR dan 2M (2 juta) IDR. Penggunaan singkatan juga sering digunakan dalam kalimat yang ditulis menggunakan bahasa Indonesia. Misalnya, sepuluh milyar rupiah hanya ditulis dengan 10 milyar rupiah.

Pedoman EYD/EBI pada Bab V Pasal E Ayat 5 mengenai keterangan tanda hubung, ada juga yang menjelaskan aturan menulis perubahan dalam menulis nominal uang. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an lazim ditulis seperti uang lima ratusan menjadi uang 500-an. Bisa juga lima uang seribuan menjadi lima uang 1.000-an.

Demikian cara penulisan rupiah yang benar. semoga bermanfaat ya