Gangguan pendengaran sering dikaitkan dengan usia lanjut. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, tetapi membuat banyak orang muda mengabaikan gejala yang sebenarnya sudah muncul. Di kafe yang ramai, di dalam bus, atau saat menonton konser, mereka mulai kesulitan menangkap percakapan, lalu menyalahkan suasana atau menganggap lawan bicara berbicara terlalu pelan.
Paparan suara keras dalam jangka panjang adalah salah satu penyebab yang bisa dicegah. Yang berubah dalam dua dekade terakhir adalah intensitas dan durasi paparan itu: earphone dipakai berjam-jam, volume dinaikkan saat berada di jalan, dan hiburan berlangsung lebih lama.
Kebiasaan yang tampak biasa
Mendengarkan musik lewat earphone dengan volume tinggi selama perjalanan pulang memang tidak terasa menyakitkan. Tetapi telinga tidak memiliki sistem peringatan yang jelas. Kerusakan sel rambut di koklea berlangsung bertahap, dan gejalanya sering baru muncul setelah bertahun-tahun.
Selain earphone, ada beberapa kebiasaan lain yang perlu diperhatikan:
- Menonton konser atau acara musik tanpa pelindung telinga, terutama di dekat speaker.
- Bermain game dengan headset volume tinggi dalam waktu lama.
- Bekerja di lingkungan bising tanpa alat pelindung.
- Menaikkan volume untuk menutupi suara mesin, motor, atau kereta.
- Memakai earphone saat tidur atau dalam perjalanan panjang.
Tidak semua paparan langsung merusak. Yang menentukan adalah kombinasi intensitas, durasi, dan jarak dari sumber suara.
Tanda awal yang perlu diwaspadai
Beberapa tanda muncul sebelum gangguan menjadi berat:
- Telinga berdenging setelah keluar dari tempat ramai.
- Suara terasa teredam untuk sementara, seperti ada kapas di telinga.
- Sulit memahami percakapan di restoran atau keramaian.
- Sering meminta orang mengulang, terutama untuk suara konsonan.
- Harus menaikkan volume televisi atau ponsel lebih tinggi dari sebelumnya.
Denging yang hilang dalam beberapa menit mungkin belum menjadi kerusakan permanen. Tetapi jika sering berulang, itu tanda telinga sedang kelebihan beban.
Mengatur volume dan durasi
Aturan sederhana yang sering disarankan adalah menjaga volume pada sekitar separuh kemampuan maksimum dan membatasi durasi mendengarkan terus-menerus. Jika orang di sebelah Anda bisa mendengar musik dari earphone, volumenya kemungkinan terlalu keras.
Gunakan fitur pembatas volume pada ponsel. Untuk headphone dengan peredam bising, volume bisa diturunkan karena suara latar tidak perlu ditutupi. Di lingkungan bising, lebih baik memakai earplug daripada menaikkan volume musik.
Beri telinga jeda. Setelah satu jam memakai earphone, lepas selama beberapa menit. Saat menonton konser, menjauh dari speaker dan memakai earplug khusus konser yang menurunkan volume tanpa mengubah kualitas suara.
Pemeriksaan bukan hanya untuk orang tua
Tes pendengaran bisa dilakukan pada usia berapa pun. Bagi orang muda yang sering terpapar suara keras, pemeriksaan awal memberi data dasar. Jika terjadi penurunan, perubahan bisa dipantau dari waktu ke waktu.
Pemeriksaan juga penting sebelum membeli perangkat apa pun. Alat bantu dengar yang dijual bebas tanpa fitting bisa memperburuk kenyamanan jika tidak sesuai dengan pola pendengaran. Untuk konsultasi dan pemeriksaan, pusat alat bantu dengar bisa menjadi tempat memulai.
Menjaga pendengaran sebagai kebiasaan
Pencegahan tidak memerlukan perubahan hidup yang drastis. Mulai dari menurunkan volume satu tingkat, memakai earplug saat berkendara motor jarak jauh, dan tidak memaksakan diri mendengarkan musik saat telinga sudah terasa penuh.
Pendengaran yang baik memudahkan pekerjaan, hubungan, dan kegiatan sehari-hari. Menjaganya sejak muda jauh lebih murah daripada menanganinya setelah kerusakan terjadi.
